YPYM Icon YPYM Company
Blog 8 menit baca

Website dan Aplikasi Bisa Terhubung di Google. Inilah yang Dimaksud dengan ASO

Ada satu pertanyaan yang cukup sering muncul dari klien yang memiliki website sekaligus aplikasi mobile, dan biasanya pertanyaan itu muncul setelah mereka menyadari bahwa kedua aset digital itu berjalan secara terpisah tanpa saling mendukung satu sama lain. Apakah website dan aplikasi kami bisa muncul bersama di Google? Jawabannya: ya. Tapi cara kerjanya tidak sesederhana yang terdengar, dan sebagian besar bisnis yang memiliki keduanya belum benar-benar memanfaatkan hubungan ini. Teknisnya pu

Rochman Maarif

Rochman Maarif

As the founder of PT ADI TJANDRA TEKNOLOGI, the organization behind the YPYM ecosystem, he is guided by a core conviction: digital infrastructure is not a marketing expense, but a strategic financial asset.

Website dan Aplikasi Bisa Terhubung di Google. Inilah yang Dimaksud dengan ASO
Google bisa mengenali apakah pengguna yang membuka website Anda dari ponsel sudah menginstal aplikasi Anda atau belum, lalu mengarahkan mereka ke tempat yang paling relevan secara otomatis. Ini bukan fitur ajaib, ini hasil dari arsitektur teknikal yang disebut App Store Optimization (ASO) dalam cakupannya yang lebih luas. Sayangnya, sebagian besar perusahaan yang memiliki website dan aplikasi belum pernah membangun hubungan ini, dan dua aset mereka berjalan sejajar tanpa pernah saling memperkuat. Artikel ini menjelaskan cara kerjanya, di mana peran tim SEO dan developer masing-masing, dan tiga kesalahan paling umum yang membuat integrasi ini gagal sebelum sempat menghasilkan.

Ada satu pertanyaan yang cukup sering muncul dari klien yang memiliki website sekaligus aplikasi mobile, dan biasanya pertanyaan itu muncul setelah mereka menyadari bahwa kedua aset digital itu berjalan secara terpisah tanpa saling mendukung satu sama lain.

Apakah website dan aplikasi kami bisa muncul bersama di Google?

Jawabannya: ya. Tapi cara kerjanya tidak sesederhana yang terdengar, dan sebagian besar bisnis yang memiliki keduanya belum benar-benar memanfaatkan hubungan ini.

Teknisnya punya nama. Namanya App Store Optimization (ASO), dalam cakupan yang lebih luas dari sekadar optimasi teks di halaman App Store atau Google Play. Di sinilah website dan aplikasi bisa diikat dengan identitas publik yang sama, sehingga ketika seseorang mencari sesuatu di Google dan membuka hasilnya dari perangkat mobile, sistem akan mengenali apakah mereka sudah menginstal aplikasinya atau belum. Kalau sudah, mereka diarahkan langsung masuk ke aplikasi. Kalau belum, mereka ditawari opsi untuk mengunduhnya.

Ini bukan fitur ajaib. Ini adalah hasil dari arsitektur informasi yang dibangun dengan benar.

Dua Aset yang Sering Tidak Bicara Satu Sama Lain

Mari mulai dari kondisi yang paling umum.

Sebuah perusahaan membangun website. Beberapa waktu kemudian, mereka juga membangun aplikasi mobile. Keduanya dikerjakan oleh tim yang mungkin berbeda, dengan timeline yang berbeda, dan seringkali tanpa ada satu pun yang memikirkan bagaimana keduanya akan saling berinteraksi di ekosistem pencarian Google.

Hasilnya: dua aset digital yang berdiri sendiri-sendiri.

Website dioptimalkan oleh tim SEO. Aplikasi dicantumkan di Google Play dan App Store oleh tim developer. Pengguna yang menemukan website via Google tidak pernah ditawari untuk melanjutkan pengalamannya di aplikasi. Pengguna yang mencari di Google dari perangkat mobile tidak pernah diarahkan ke aplikasi yang sudah mereka instal. Dua aset, dua jalur yang sejajar tapi tidak pernah bertemu.

Kondisi ini bukan hanya tidak efisien. Ini adalah kehilangan peluang yang terukur.

Bayangkan sebuah layanan e-commerce yang memiliki website dan aplikasi. Seorang pengguna yang sudah menginstal aplikasinya mencari produk di Google dari ponselnya. Website muncul di hasil pencarian. Ia mengklik, masuk ke website versi mobile, lalu harus login ulang, mencari produk dari awal, dan bernavigasi dalam antarmuka yang lebih lambat dari aplikasi yang sudah ada di ponselnya. Gesekan itu kecil, tapi dalam skala jutaan pengguna, gesekan kecil berubah menjadi angka konversi yang berbeda secara signifikan.

Hubungan yang benar antara website dan aplikasi menghilangkan gesekan itu.

Apa Itu ASO dalam Konteks yang Lebih Luas

ASO secara tradisional dipahami sebagai optimasi halaman aplikasi di toko aplikasi, baik Google Play maupun Apple App Store. Nama aplikasi, deskripsi, kata kunci, tangkapan layar, ulasan, rating. Semua itu adalah elemen ASO yang mempengaruhi seberapa mudah aplikasi Anda ditemukan di dalam ekosistem toko aplikasi.

Tapi ASO dalam cakupan yang lebih lengkap mencakup lebih dari itu.

Ia mencakup hubungan antara aplikasi dan website Anda di mata Google Search. Ini adalah area yang disebut "App Indexing" atau dalam terminologi teknikal yang lebih tepat: deep linking dan App Indexing yang diintegrasikan dengan ekosistem pencarian Google.

Cara kerjanya melibatkan beberapa lapisan teknikal yang saling terhubung.

Pertama, App Links pada Android dan Universal Links pada iOS. Ini adalah konfigurasi yang memungkinkan sebuah URL dari website Anda untuk membuka konten yang sesuai di dalam aplikasi Anda secara langsung, bukan membuka browser mobile. Ketika seseorang mengklik tautan ke halaman produk tertentu di website Anda dari perangkat Android, dan mereka sudah menginstal aplikasi Anda, sistem akan membuka halaman produk yang sama langsung di dalam aplikasi tanpa melewati browser.

Kedua, verifikasi hubungan antara website dan aplikasi. Google membutuhkan konfirmasi bahwa website dan aplikasi memang dimiliki oleh entitas yang sama dan memiliki hubungan yang sah. Ini dilakukan melalui file konfigurasi khusus yang ditempatkan di server website (assetlinks.json untuk Android, apple-app-site-association untuk iOS) yang berisi informasi tentang aplikasi mana yang diizinkan untuk mengklaim URL dari domain tersebut.

Ketiga, sitemap aplikasi dan integrasi dengan Google Search Console. Agar Google dapat mengindeks konten dalam aplikasi Anda dan menampilkannya di hasil pencarian, Anda perlu memberi tahu Google konten apa yang ada di dalam aplikasi dan bagaimana strukturnya. Ini dilakukan melalui sitemap khusus yang didaftarkan di Google Search Console.

Pekerjaan teknikal ini adalah domain developer. Tapi keputusan tentang halaman mana yang perlu dihubungkan, bagaimana strukturnya, dan konten apa yang perlu dapat diindeks Google dari dalam aplikasi, itu adalah keputusan arsitektur informasi yang seharusnya dipimpin oleh tim SEO.

Apa yang Terjadi di SERP Ketika Ini Dibangun dengan Benar

Ketika seluruh konfigurasi ini berfungsi, ada beberapa hal yang terjadi di pengalaman pengguna dan di hasil pencarian Google yang berbeda secara signifikan dari kondisi tanpa integrasi.

Banner "Buka di Aplikasi" di Mobile Browser. Ketika pengguna membuka website Anda dari browser mobile dan mereka sudah menginstal aplikasi Anda, sebuah banner muncul di bagian atas halaman yang menawarkan opsi untuk melanjutkan pengalaman di dalam aplikasi. Banner ini bukan iklan. Ini adalah fitur sistem yang muncul karena konfigurasi teknikal yang sudah benar.

Hasil pencarian yang mengarahkan langsung ke konten dalam aplikasi. Dalam kasus tertentu, khususnya untuk konten yang sudah diindeks Google dari dalam aplikasi, hasil pencarian Google bisa menyertakan tautan yang membuka langsung ke halaman spesifik di dalam aplikasi, bukan ke website. Ini relevan untuk aplikasi dengan konten kaya seperti e-commerce, media, atau platform layanan.

Peningkatan sinyal relevansi untuk SEO website. Ada hubungan korelasi yang diakui oleh komunitas SEO antara aplikasi yang dioptimalkan dengan baik dan performa organik website yang terhubung dengannya. Bukan karena Google secara eksplisit memberikan bonus ranking untuk ini, tapi karena aplikasi yang baik menghasilkan keterlibatan pengguna yang lebih tinggi, dan keterlibatan pengguna adalah salah satu sinyal yang relevan dalam ekosistem Google.

Data dari berbagai studi industri menunjukkan bahwa pengguna yang berinteraksi dengan konten melalui aplikasi memiliki rata-rata session duration yang 3 kali lebih panjang dibanding pengguna yang berinteraksi melalui mobile browser, dan conversion rate yang secara rata-rata 3 kali lebih tinggi dibandingkan pengguna mobile web.

Mengapa Ini Bukan Hanya Pekerjaan Developer

Ini adalah poin yang paling sering disalahpahami oleh perusahaan yang baru menyadari pentingnya integrasi ini.

Karena pekerjaannya melibatkan kode, konfigurasi server, dan file teknikal, asumsinya adalah ini sepenuhnya tanggung jawab tim developer. Tim SEO tidak perlu terlibat. Hasilnya, yang terjadi adalah developer mengkonfigurasi hubungan teknikal antara website dan aplikasi berdasarkan pemahaman teknikal, bukan berdasarkan strategi pencarian.

Halaman mana di website yang perlu dihubungkan ke halaman mana di aplikasi adalah keputusan strategis, bukan keputusan teknikal.

Jika website Anda memiliki 500 halaman, tidak semua 500 halaman perlu memiliki padanan di dalam aplikasi. Yang perlu dihubungkan adalah halaman-halaman yang memiliki volume pencarian signifikan, halaman yang relevan dengan niat beli atau niat konversi pengguna, dan halaman yang pengalamannya memang lebih baik di dalam aplikasi dibanding di mobile browser.

Keputusan itu membutuhkan pemahaman tentang data pencarian, perilaku pengguna, dan arsitektur konten. Itu adalah domain SEO, bukan domain developer.

Lebih dari itu, teks yang digunakan di halaman Google Play dan App Store, deskripsi aplikasi, kata kunci yang ditargetkan, judul yang dipilih, semuanya adalah keputusan yang mempengaruhi bagaimana aplikasi Anda ditemukan baik di dalam toko aplikasi maupun di Google Search secara lebih luas. Kata kunci yang digunakan di App Store terindeks oleh Google. Konsistensi antara kata kunci di halaman toko aplikasi dengan kata kunci di website adalah faktor yang relevan untuk otoritas topical di mata Google.

Ini adalah alasan mengapa di YPYM Technical SEO, layanan ASO tidak ditempatkan sebagai layanan terpisah yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari ekosistem optimasi teknikal yang terintegrasi dengan strategi SEO website secara keseluruhan.

Tiga Kesalahan Paling Umum dalam Integrasi Website dan Aplikasi

Dari pengalaman bekerja dengan perusahaan yang memiliki kedua aset ini, ada tiga pola kesalahan yang sering terulang.

Kesalahan pertama: menghubungkan semua URL tanpa seleksi. Beberapa tim developer, ketika diberi instruksi untuk mengintegrasikan website dan aplikasi, mengkonfigurasi semua URL website untuk membuka aplikasi. Hasilnya adalah pengguna yang membuka halaman blog informatif atau halaman kebijakan privasi tiba-tiba diarahkan ke aplikasi yang konten padanannya tidak ada. Pengalaman yang rusak ini justru menurunkan kepercayaan pengguna, bukan meningkatkannya.

Kesalahan kedua: konfigurasi teknikal yang benar tapi konten aplikasi yang tidak konsisten dengan konten website. Integrasi teknikal sudah berjalan, deep linking sudah berfungsi, tapi konten yang ada di halaman aplikasi berbeda dengan konten yang ada di website untuk URL yang sama. Google melihat inkonsistensi ini sebagai sinyal negatif. Pengguna yang berpindah dari website ke aplikasi dan menemukan konten yang berbeda kehilangan kepercayaan.

Kesalahan ketiga: mengabaikan pengalaman pengguna yang belum menginstal aplikasi. Ketika seseorang membuka tautan dari perangkat mobile dan tidak memiliki aplikasinya, mereka perlu diarahkan dengan cara yang tidak memaksa. Jika banner atau interstitial yang muncul terlalu agresif dalam mendorong instalasi aplikasi, Google akan menanggapi itu sebagai pengalaman pengguna yang buruk, dan ini berdampak pada performa SEO website. Google secara eksplisit menyatakan bahwa interstitial yang mengganggu akses ke konten adalah faktor yang mempengaruhi ranking mobile.

Proses yang Benar: Dari Audit hingga Implementasi

Membangun integrasi website dan aplikasi yang benar bukan proyek yang bisa diselesaikan dalam satu sprint development. Ini adalah proses yang melibatkan beberapa fase yang harus dilakukan secara berurutan.

Fase pertama: audit dan pemetaan konten. Sebelum ada satu baris kode yang ditulis untuk konfigurasi deep linking, tim SEO perlu melakukan pemetaan konten yang komprehensif. Halaman mana di website yang memiliki volume pencarian signifikan? Halaman mana yang memiliki padanan yang bermakna di dalam aplikasi? Konten apa yang ada di dalam aplikasi tapi tidak ada di website dan seharusnya dapat diindeks? Audit ini menghasilkan daftar URL prioritas yang menjadi panduan untuk seluruh implementasi teknikal berikutnya.

Fase kedua: spesifikasi teknikal untuk developer. Tim SEO menghasilkan dokumen spesifikasi yang menjelaskan dengan tepat URL mana yang perlu dihubungkan ke konten apa di dalam aplikasi, format file konfigurasi yang diperlukan, dan bagaimana struktur sitemap aplikasi perlu dibangun. Dokumen ini adalah panduan kerja untuk developer, bukan dokumen konseptual.

Fase ketiga: implementasi dan verifikasi. Developer mengimplementasikan konfigurasi berdasarkan spesifikasi. Setelah implementasi, dilakukan verifikasi melalui Google Search Console untuk memastikan hubungan antara website dan aplikasi dikenali oleh Google, dan melalui pengujian manual untuk memastikan pengalaman pengguna berjalan sesuai yang diharapkan di berbagai skenario (sudah instal aplikasi, belum instal, berbagai versi OS).

Fase keempat: monitoring dan optimasi berkelanjutan. Integrasi yang sudah berfungsi perlu dimonitor secara berkala. Perubahan pada struktur URL website, pembaruan aplikasi yang mengubah struktur konten internal, atau perubahan kebijakan Google dapat mempengaruhi fungsi integrasi. Ini adalah tanggung jawab ongoing yang tidak berakhir setelah implementasi awal selesai.

JIKA ANDA MERASA ARTIKEL INI RELEVAN DENGAN TANTANGAN DI PERUSAHAAN

Untuk perusahaan yang ingin memulai proses ini dengan benar, layanan ASO YPYM dirancang untuk mengelola seluruh proses dari audit hingga monitoring, dengan koordinasi antara tim SEO dan tim developer yang terstruktur.

Tentang Layanan ASO

Relevansi untuk Berbagai Skala Bisnis

Integrasi website dan aplikasi bukan eksklusif untuk perusahaan besar.

Untuk startup yang baru meluncurkan aplikasi pertama mereka bersamaan dengan website, membangun integrasi ini sejak awal jauh lebih mudah dan murah dibanding melakukannya setelah kedua sistem sudah berjalan secara independen selama berbulan-bulan. Biaya refactoring selalu lebih tinggi dari biaya membangun dengan benar sejak awal.

Untuk perusahaan menengah yang sudah memiliki keduanya tapi belum pernah mengintegrasikannya, auditnya biasanya akan menemukan gap yang lebih besar dari yang diperkirakan. Dan setiap bulan gap itu dibiarkan adalah bulan di mana peluang konversi dari pengguna mobile yang sudah menginstal aplikasi hilang tanpa jejak di data analitik.

Untuk perusahaan yang sedang dalam tahap perencanaan peluncuran aplikasi baru, mengintegrasikan strategi ASO ke dalam perencanaan SEO website sejak fase desain produk adalah keputusan yang akan menghasilkan efisiensi yang terasa dalam jangka panjang.

Di artikel sebelumnya tentang organic marketing untuk perusahaan kecil, saya menjelaskan bahwa tidak semua bisnis butuh SEO tingkat lanjut. Hal yang sama berlaku di sini. Jika bisnis Anda belum memiliki aplikasi atau tidak berencana membangun satu dalam waktu dekat, ASO bukan prioritas Anda sekarang. Tapi jika Anda sudah memiliki keduanya dan belum pernah memikirkan bagaimana mengintegrasikannya di ekosistem pencarian Google, maka ada peluang yang cukup besar yang sedang Anda biarkan tertinggal.

Mengapa Ini Adalah Bagian dari Technical SEO, Bukan Tambahan Opsional

Saya ingin mengakhiri dengan satu pernyataan yang mungkin terasa berlawanan dengan bagaimana sebagian besar agensi menjual layanan ASO.

ASO bukan upsell. Bukan layanan premium yang bisa ditambahkan setelah strategi SEO dasar sudah berjalan. Untuk perusahaan yang memiliki website dan aplikasi, integrasi keduanya adalah bagian dari fondasi arsitektur teknikal yang mempengaruhi performa kedua aset secara bersamaan.

Google sudah secara konsisten mengarah ke ekosistem di mana batas antara web dan aplikasi semakin tipis. Firebase Dynamic Links, Google Play Instant, App Streaming, berbagai inisiatif Google dalam lima tahun terakhir semuanya mengarah ke satu visi: pengguna tidak seharusnya perlu tahu atau peduli apakah konten yang mereka akses berasal dari website atau aplikasi. Sistem yang baik akan membawa mereka ke tempat yang tepat secara otomatis.

Perusahaan yang membangun infrastruktur untuk visi itu hari ini akan berada di posisi yang jauh lebih kuat ketika visi itu menjadi standar yang diharapkan oleh pengguna.

Yang tidak membangunnya akan menyadari, terlambat, bahwa mereka sudah memiliki dua aset dan tidak memanfaatkan satupun dari keduanya secara optimal.

Untuk memahami lebih lengkap tentang pendekatan Technical SEO YPYM dan bagaimana ASO masuk ke dalam kerangka optimasi teknikal yang lebih besar, halaman tersebut adalah titik awal yang tepat.


— Untuk memahami bagaimana YPYM mendekati integrasi antara SEO, PR, dan ESG untuk sektor dengan regulasi tinggi, mulai dari PR & ESG Integration hingga manajemen krisis PR, integrasi ESG, kepatuhan YMYL, dan perlindungan aset digital. Contoh pendekatan kami dalam komunikasi publik dapat dilihat di halaman press release YPYM.

Referensi:

  • Google Developers, App Indexing and Deep Linking - https://developers.google.com/search/docs/appearance/app-indexing
  • Google Search Central, Intrusive Interstitials Policy - https://developers.google.com/search/blog/2016/08/helping-users-easily-access-content-on
  • AppsFlyer Mobile App Trends Report 2024 - https://www.appsflyer.com/resources/reports/app-trends/
  • Google Developers, Android App Links Verification - https://developer.android.com/training/app-links/verify-android-applinks
  • Apple Developer Documentation, Universal Links - https://developer.apple.com/documentation/xcode/supporting-universal-links-in-your-app
  • Google Search Console Help, Register Your App - https://support.google.com/webmasters/answer/6212023

“Tidak semua pembaca adalah pemimpin, tetapi semua pemimpin adalah pembaca.”

Harry S. Truman

Telusuri Semua Artikel
Get in touch
Choose the fastest way to reach us
15 Min Virtual Meeting Pick a time on Google Calendar
WhatsApp Us Chat directly on WhatsApp
For immediate feedback
Email Us We reply under 60 minutes